Tips membeli rumah second/ bekas

4 01 2009

Membeli rumah second bisa dikatakan ibarat mencari jodoh. Membutuhkan waktu yang cukup lama, namun kadang terasa agak mudah. Seperti halnya mencari pasangan hidup,dimana kita melihat apakah calon kita sudah memiliki kriteria yang kita inginkan atau kita idamkan begitu juga ketika membeli rumah sebaiknya tidak hanya tergiur tampilan luarnya saja, tapi juga harus mengetahui kondisi rumah tersebut secara keseluruhan. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari biaya perbaikan yang membengkak saat anda telah pindah, berikut tips yang yang semoga bermanfaat bagi anda :

  1. Tentukan budget/ anggaran dari rumah yang akan anda beli
  2. Buatlah list keinginan atas rumah yang akan anda beli
  3. Pencarian rumah yang dijual
  4. Meminta kelonggaran waktu
  5. Periksa kondisi bangunan & lingkungan.
  6. Periksa tagihan-tagihan yang ada
  7. Periksa Status Kepemilikan
  8. Periksa Peruntukan dan Golongan Pemugarannya
  9. Periksa Kembali Harganya
  10. Pilih Notaris yang tercaya
  11. Secepatnya transaksi, minimal PPJB
  12. Pilihlah broker property yang dapat dipercaya untuk membantu kelancaran transaksi anda

Berikut penjelasannya :

  1. Tentukan budget/ anggaran dari rumah yang akan anda beli
    Sebaiknya anda lakukan kalkulasi financial atas kondisi keuangan anda. Periksa daya beli anda (setelah di jumlahkan dari segala sumber dana anda ). Tambahkan pula dalam anggaran anda minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan dan sebagainya.
    Pertimbangkan juga rencana anda kedepan, seperti menambah anak lagi, ingin melakukan renovasi, dsb.
    Bila anda berencana memakai KPR, rumah yang anda inginkan haruslah rumah , ber SHM, ber IMB dan mempunyai nilai jual di pasaran.
  2. Buatlah list keinginan atas rumah yang akan anda beli
    Buatlah list rumah seperti apa yang anda inginkan, lokasinya, modelnya, dll. Rundingkan dengan anggota keluarga lainnya.
    Daftar ini bisa sangat panjang. Bayangkan semua yang anda inginkan dari sebuah rumah.
    Pertimbangkan juga jumlah anggota keluarga, pertumbuhan keluarga, hobi anda, gaya hidup anda apakah suka berkumpul, berpesta atau penyendiri.
    Dan rasanya lebih nyaman pindah ke rumah yang dekat kekantor, dekat sekolah anak & banyak kerabat menjadi tetangga.
  3. Pencarian rumah yang dijual
    Carilah sebanyak mungkin rumah yang dijual. Bisa anda temukan di internet, koran, agent properti, dll, atau yang termudah untuk mencari di sekitar serpong adalah di
    sini
    Buat sebuah daftar rumah dijual yang menarik minat anda.
    Tindak-lanjuti, tanya harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret yang harganya 10% diatas daya beli anda.
    Kunjungi rumah-rumah yang anda inginkan, secukupnya saja. Setelah anda menemukan rumah yang sepertinya cocok di harga dan di hati, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama.
  4. Luangkan waktu minimal 7 hari
    Katakan kepada pemilik rumah atau agen property anda bahwasannya anda menyukai rumah tersebut dan anda minta waktu untuk berpikir serta mempertimbangkan harganya, sekaligus meminta pengurangan harga.
    Buat tabel dengan 4 kolom. Kolom 1 adalah berisi daftar periksa, termasuk surat-surat rumah, fasilitas yang anda, kesesuaian dengan gaya hidup keluarga anda dll. Kolom 2,3,4 adalah buruk, sedang, bagus.
    Bawa selalu daftar yang anda buat ini sewaktu anda lakukan kunjungan. Ini untuk mengingatkan anda.
    Dan luangkan waktu anda minimal 7 hari, (kecuali anda sudah mengenal wilayah rumah itu). Ini untuk lebih meyakinkan diri, sebelum anda mengajukan penawaran, karena bisa saja begitu anda menawar harga, pemilik rumah langsung setuju… Uang muka yang anda berikan bisa hangus bila anda berubah pikiran.
    Jadi … luangkan waktu !. Anda akan tinggal lama disitu, mungkin 20-30 tahun kedepan.
  5. Periksa kembali kondisi bangunan dan lingkungan.
    - Kondisi Bangunan Sebaiknya membawa orang yang mengerti seperti kontraktor. Periksa Pondasi dan struktur bangunan. Lantai dan atap. Ada retak ? Ada bekas air di dinding yang horisontal? Ada retak yang vertikal ? Apa ada tanda serangan rayap. Anda bisa melihat dari adanya gundukan kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu dirumah itu, atau dirumah sebelah, karena rayap jika ada di 1 rumah, berarti tinggal menunggu waktu untuk menyebar ke rumah yang lain. Jika semua kayu yang digunakan adalah kayu jati itu akan lebih baik. Namun perabotan kayu anda apakah semuanya terbuat dari kayu jati juga ?
    Periksa lantai apa ada yang mengembung ?
    Periksa atap, serta dinding apa ada bekas air?
    Minta denah rumah terakhir apabila pemilik memilikinya. Periksa semua ruangan yang ada didenah tersebut, apakah cocok jumlah dan ukurannya? atau ada ruangan yang hilang? Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan lainnya.
    Tanyakan usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi.
    Periksa daya dan distribusi dan kondisi kabel listrik.
    Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan, bila sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC ?
    Periksa intensitas cahaya disetiap ruangan, jika kurang cahaya, ruangan akan lembab, barang cepat berjamur dan menimbulkan bau.
    Periksa sumber air, airnya bagus? bisa dipakai minum, mandi atau mencuci mobil ?. Tutup semua kran namun buka kran utama atau hidupkan pompa air lalu cari dinding atau lantai yang basah. Jika ada dinding yang basah ini bisa jadi renovasi yang besar biayanya.
    Periksa jalur pembuangan sisa rumah tangga, WC lancar? dimana septic tank, dimana tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya.
    Periksa jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air, apakah ada bau gas yang terasa diruangan yang jauh dari dapur?
    Bila bangunan sudah berusia diatas 10 tahun biasanya sudah ada yang diganti.
    - Kondis Lingkungan Coba ketahui siapa tetangga anda, sudah berapa lama mereka tinggal disitu dan bila banyak rumah yang kelihatan kosong, cari tahu mengapa?, apakah didaerah tersebut pernah atau sering banjir ?, bagaimanakah akses keamanan menuju rumah tersebut ?. Ini bisa jadi petunjuk soal kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut.
    Lalu anda coba jalani rute di hari kerja menuju tempat-tempat biasa anda (dan anggota keluarga lain) beraktifitas. Jarak ke pasar, ke rumah ibadah, ke sekolah, ke Rumah Sakit, teman, pertokoan dan lain-lain. Apakah dekat dari jalur yang dilewati angkutan umum ?. Lalu kembali berjalan-jalan disekitar rumah itu pada MALAM hari. Di hari kerja dan di hari sabtu.
    Kenapa malam hari ? selain melihat kondisi penerangan jalan juga melihat kehidupan lingkungan,
    Dokumentasikan semua kekurangan yang anda temui sebagai bahan di perundingan harga. Namun sebelum mengajukan penawaran harga….
  6. Periksa tagihan-tagihan yang ada. Pastikan pemilik lama telah membayar semua kewajibannya ( tagihan listrik, telepon, PDAM, retribusi kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan, dsb )
  7. Periksa kembali status kepemilikan
    Ini satu tahap yang sangat penting. Ketahui alasan pemilik menjual rumah, siapa nama yang tercantum disertifikat, apa hubungannya dengan penjual, dll.
  8. Periksa kembali Peruntukan dan Golongan Pemugarannya
    Anda bisa menanyakan IMB nya. Salahsatu syarat pengajuan KPR adalah IMB. Jadi pastikan rumah tersebut memiliki IMB. Karena ada biaya tambahan jika IMB tersebut tidak dipegang lagi oleh pemilik.
    Golongan pemugaran bisa dilihat di IMB ataupun Dinas Tata Kota setempat. Periksa ukuran di yang tertera di sertifikat, PBB dan IMB, cocok dengan fisiknya..?
  9. Periksa kembali harganya
    Membeli di atas harga pasaran? Kemahalan…?
    Bila harganya sesuai dengan daya beli anda dan anda telah jatuh cinta pada rumah tersebut seharusnya kemahalan tidak boleh jadi suatu masalah bagi anda.
    Namun perlu dipertimbangkan sisi investasinya. Jika suatu saat anda harus menjual cepat rumah tersebut, returnnya bisa sangat kecil atau malah rugi.
    Rundingkan harga berdasarkan data yang anda miliki.
    Perhatikan sikap anda dalam berunding.
    Banyak transaksi rumah gagal karena ketersinggungan di kedua pihak.
  10. Pilih Notaris/PPAT yang terpercaya.
    Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris/PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu anda bisa minta referensi dari saudara dan relasi anda. Sebaiknya notaris dan PPAT orangnya sama, itu berarti anda sebaiknya memilih notaris/PPAT yang beroperasi di wilayah tempat rumah tersebut berada. Pilih notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar.
    Umur 40, biasanya berpengalaman, berhati-hati dan akan lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi penting untuk para ahli waris anda sebagai bahan rujukan mereka bila anda sudah wafat.
  11. Secepatnya bertransaksi, minimal PJB
    Jangan sampai penjual berubah pikiran. Anda akan sangat kecewa.
    Akan membuang waktu, energi, biaya dan emosi yang…..
    tidak hanya milik anda, tapi juga orang dekat anda…
  12. Pilihlah broker property yang dapat dipercaya untuk membantu kelancaran transaksi anda Tidak ada salahnya bagi anda memakai jasa agent property dalam memilih rumah yang anda inginkan, karena selain memiliki berbagai macam alternative pilihan bagi anda, merekapun dapat membantu anda dalam proses transaksi & dkumentasi. Pilihlah agent property yang telah berbadan hukum dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu anda dalam kelancaran proses transaksi.

(sumber : http://www.sejutablog.com & lainnya)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.